it belongs to me

just me

untuk satu detik

leave a comment »


minggu kemaren karena ada keperluan, jadinya nyari gereja yang jam 4:30pm, jadi deh sama temen” di ajak ke gki resud.

di akhir khotbahnya, sang pendeta (ga taw namanya) memberikan suatu perumpamaan yang menarik..

terdapat sebuah jam tangan yang berhenti berdetak. lalu TUHAN datang dan bertanya kepadanya,

“hei, mengapa engkau berhenti berdetak”

lalu jam tangan itu menjawab, “saya sudah sangat lelah TUHAN, saya sudah hidup selama beberapa puluh tahun, saya tidak kuat lagi untuk berdetak.”

“ayo, bersemangatlah. kamu pasti bisa berdetak lagi,” TUHAN memberinya semangat. “maukah engkau berdetak untuk satu tahun lagi untukKu? bila dibandingakan dengan puluhan tahun hidupmu, tentu satu tahun bukanlah waktu yang lama, bukan?”, kata TUHAN lagi.

“tapi TUHAN, saya benar-banar tidak kuat, saya tidak sanggup untuk berdetak, apalagi untuk satu tahun ke depan”, jawabnya.

“kalau begitu, maukah engkau berdetak untuk satu bulan saja untukKu?”

dan jam tangan itu tetap menolak, “terlalu lama, ya TUHAN”, katanya.

TUHAN tetap berusaha, “kalau begitu untuk satu hari ini saja”, katanya.

“TUHAN, satu hari itu 24 jam, dan setiap jamnya ada 60 menit. itu masih terlalu lama untuk jam tua sepertiku”, elaknya lagi.

dan TUHAN masih belum menyerah, “bagaimana dengan satu menit?”

dan untuk kesekian kalinya jam tangan itu menolaknya.

“kalau begitu, satu detik bukanlah suatu langkah yang berat untukmu, bukan?”

“baiklah TUHAN, aku akan mencoba untuk satu detik ke depan”, jam tangan itupun mengalah.

dan setiap satu detik langkahnya untuk maju, jam tangan itu akan kembali memohon kekuatan untuk dapat menjalani satu detik langkahnya lagi sampai TUHAN berkata, “inilah saatmu untuk berhenti berdetak”.

perumpamaan ini ingin mengatakan kepada kita bahwa didalam segala kekuatiran kita akan kekuatan kita, akan masa depan kita yang tidak begitu jelas nampaknya, mintalah kekuatan kepada TUHAN untuk dapat mempunyai kekuatan menapaki langkah demi langkah menuju sebuah akhir yang indah.
jika kita melihat bahwa masa depan kita masih jauh dan sulit, mintalah kepada TUHAN untuk dapat menapaki hari esok untuk menuju kepada masa depan yang indah, sampai TUHAN berkata, “cukuplah waktumu di dunia, marilah pulang ke rumahmu yang kekal bersamaKu..”

“Tuhan, beri aku kekuatan untuk satu detik ke depan”.

Written by gerald

December 17, 2007 at 6:11 pm

Posted in jesus, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: