it belongs to me

just me

road to serukam & tamong part 3

leave a comment »


Selasa, 22 Desember 2009

I love you, son

Setelah sarapan dan koordinasi pagi, kak sisca, staf perkantas malang memimpin kami dalam renungan pagi di kapel rumah sakit. Renungan pagi ini tentang perlangkapan senjata Allah. Bagaimana kami, satu dengan yang lain saling memperlengkapi tim dalam pelayanan misi. Sungguh, tanpa kesatuan hati yang diberikan Allah, perjalanan ini akan menjadi sia-sia. Dia yang menggerakkan hati kami untuk tetap setia menekuni panggilannya dan berkomitmen untuk bergabung dalam tim Misi ini.

Masih ada beberapa kegiatan paralel yang dilakukan di waktu yang sama, yaitu visitasi ke bangsal, renovasi kantor PKMD, dan siaran radio rumah sakit tentang psikologi anak. Karena pelatihan komputer hanya berlangsung selama 1 hari, hari ini aku diikutkan dalam tim visitasi ke bangsal.
Seharusnya aku dan tim visitasiku langsung menuju bangsal melati, tapi karena aku juga termasuk tim dokumentasi, jadi sebelumnya aku harus mengikuti aktivitas Maya, salah satu peserta ke bagian laboratorium, karena rencananya dia dan 2 orang lainnya akan melakukan donor darah untuk kepentingan rumah sakit. Jadi ada beberapa kegiatan yang harus didokumentasikan sebelum aku dan Maya-yang juga termasuk tim visitasiku-menuju ke bangsal melati. Setelah cek darah, aku dan Maya langsung menuju ke bangsal melati. Donor darah rencananya baru akan dilaksanakan setelah makan siang. Bangsal melati ini khusus untuk ibu yang akan dan baru saja melahirkan. Ada 1 pasien yang sudah dikunjungi Maya dan tim kemarin, dan hari ini kami menanyakan perkembangannya, ibu Nila namanya. Sudah beberapa hari dia di rumah sakit ini, dan hari ini rencananya dia akan menghadapi ruang operasi untuk mengeluarkan bayi yang dikandungnya. Menurut dokter, ibu Nila harus menjalani operasi caesar karena posisi bayi yang menyulitkan jika dilahirkan melalui proses normal. Kami berada di samping tempat tidurnya hanya beberapa saat sebelum dia masuk ruang operasi. Memberi semangat, menguatkan hati, serta mendoakannya. Maya terus tinggal menemani ibu Nila sampai saat dia harus meninggalkan bangsal dibawa ke ruang operasi.
Ada 2 pasien lain di bangsal itu, salah satunya seorang ibu yang tinggal di Singkawang, sekitar 2 jam dari Serukam. Dia hanya ditemani dengan suaminya. Keluarga kecil ini baru saja memperoleh bayi pertamanya yang dilahirkan melalui proses operasi kemarin. Saat kami mengunjunginya, dia terlihat sedang bersedih, tiada kegembiraan seorang ibu diwajahnya. Beberapa saat kami menemaninya, dia baru mengeluh tentang keluarganya yang tidak datang menjenguknya, ditambah kondisi bayinya yang kurang begitu sehat sehingga harus berada dalam inkubator selama beberapa hari dan sang ibu belum pernah melihat anaknya sejak dilahirkan. Beberapa kali para perawat menyela pembicaraan kami sembari memantau kondisi sang ibu namun tidak begitu menggangu pembicaraan kami. Dengan penuh kesedihan dia mengungkapkan kekesalannya pada kami. Suaminya terkadang menenangkannya, walau terkadang harus pergi ke apotek untuk menebus obat. Kami terus menemaninya sampai sang suami kembali dari apotek dan kembali menemaninya. Kami menutup pertemuan itu dengan berdoa bersama. Saat kami keluar bangsal, ternyata perawat sedang membersihkan anak sang ibu tadi di luar inkubator, jadi kami berkesempatan ikut melihat bayi mungil itu dan mengambil beberapa gambar untuk ditunjukkan kepada sang ibu. Kami segera kembali ke bangsal dan memperlihatkan foto sang bayi. Baru kali ini aku melihat senyum sang ibu di wajahnya.. Dia terlihat senang bisa melihat wajah sang bayi, meski hanya berupa foto dari layar kamera. Kami turut terharu melihatnya bisa tersenyum. Melihat perjuangan ibu-ibu di bangsal ini membuatku semakin cinta akan ibu, peran mereka, pengorbanan mereka… Visitasi yang cukup kebetulan, mengingat hari ini adalah hari ibu.. Selamat hari ibu..

Seusai makan siang, sebagian besar kami membantu melanjutkan renovasi kantor PKMD yang hanya tinggal menyelesaikan pengecatan pagar. Kegiatan visitasi dan yang lainnya sudah selesai dilaksanakan sampai sebelum makan siang hari ini, jadi ini adalah agenda terakhir pelayanan kami selama di serukam kali ini. Kami terus melakukan penyelesaian untuk pengecatan pagar kantor PKMD sampai pada akhirnya hujan turun dengan lebat. Cukup menyenangkan, bersama-sama, berpanas-panas, sambil bercanda kami melakukan kegiatan ini.
Koordinasi untuk kegiatan perjalanan ke desa Tamong esok hari diselesaikan pada sora hari karena kami harus mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa ke Tamong esok hari, selain itu, kesiapan fisik yang prima sangat dibutuhkan dalam perjalanan esok hari. dengan pertimbangan itu, kegiatan hari ini diselesaikan pada sore hari.
Sebelum kembali ke penginapan, aku dan beberapa teman menghabiskan waktu sebentar untuk bermain dan ngbrol bersama dengan 2 anak dr. steve yang pada saat itu sedang bermain di lapangan dekat rumah mereka yang juga masuk dalam lingkungan rumah sakit. Keluarga dr. steve berasal dari pensylvania, minnesota-amerika serikat. saat itu, ibu mereka, istri dr. steve ternyata sedang mengajar di bamboo international school yang kuceritakan kemarin. aku tidak menanyakan secara detil pelajaran apa yang diajarkan dan seberapa banyak murid disana.. sedikit menyesal karena tidak menanyakan informasi-informasi itu.
Setelah makan malam dan mengumpulkan semua barang-barang kami di ruang makan motel, kami kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat, dan mempersiapakan diri untuk perjalanan esok hari..

ps. kami masih bersemangat.. :)

Written by gerald

January 6, 2010 at 2:51 pm

Posted in mission trip, serukam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: