it belongs to me

just me

road to serukam & tamong part 4

with 2 comments


Rabu, 23 Desember 2009

Tanah pelangi

kemampuan bangun pagiku meningkat pesat selama berada di perjalanan misi ini. hari itu kami sudah harus siap untuk sarapan pada pukul 4.30 pagi hari. setidaknya aku sudah harus bangun pukul 3.30 untuk saat teduh sebelum bersiap untuk mandi dan sarapan. seorang teman malah tidak mandi pagi itu, “kan sudah mandi malam..”, katanya. betul juga sih, tapi mandi pagi bagiku lebih dari sekedar ritual bersih-bersih, air pagi di serukam yang lumayan dingin membuatku sadar lebih cepat dari rasa kantuk yang melanda.

doa bersama sebelum ke tamong

sekitar pukul 6 pagi, 1 bis, 2 mobil berangkat dari serukam menuju daerah seluas. kabut masih sedikit menyelimuti jalan-jalan yang didominasi pepohonan. sungguh udara pagi yang tidak bisa dengan bebas kuhirup di surabaya.
sekitar 45 menit perjalanan, perjalanan kami terhambat oleh sebuah pohon tumbang yang menghalangi seluruh badan jalan. beberapa dari kami dan beberapa pengguna jalan lainnya bekerja bakti untuk menyingkirkan pohon tersebut. pohonnya tidak terlalu besar, tapi untuk memindahkannya, pohon harus dipotong menjadi beberapa bagian dahulu menggunakan kapak dan parang. tantangannya bukan cuma itu, semut-semut yang bersarang di pohon itu ternyata adalah semut hutan, yang besarnya diatas rata-rata semut yang sering aku lihat.. cukup menakutkan.. ‘acara’ in menghambat perjalanan kami selama sekitar 45 menit, dan selanjutnya kami langsung meneruskan perjalanan ke seluas yang ditempuh sekitar4-5 jam perjalanan.
tidak jauh berbeda dengan perjalanan dari pontianak-serukam, pemandangan selama perjalanan didominasi oleh pohon, hutan, dan ladang-ladang masyarakat. mendekati wilayah seluas, jalan yang kami tempuh ternyata tidak begitu baik. banyak lubang-lubang besar yang menghalangi walau tidak cukup mengganggu perjalanan secara keseluruhan.
sekitar pukul 10 siang kami tiba di daerah seluas. kami dibawake suabh tempat yang dibelakangnya ada sebuah sungai yang cukup lebar. melalui sungai itulah kami akan menuju ke daerah bumbung, sebelum naik ke desa tamong.

dengan menggunakan 5 buah perahu motor, kami dan dr. husein berangkat bersama menuju desa bumbung. setiap perahu motor mengangkut sekitar 10an orang, 4 perahu digunakan untuk mengangkut orang, dan 1 perahu lainnya digunakan khusus untuk mengangkut barang-barang kami. perjalanan sepanjang sungai selama 1,5 jam itu cukup menyenangkan. mungkin karena ini pengalaman pertamaku untuk naik perahu motor dan melintasi sungai membelah hutan kalimantan. sungguh pengalaman yang tidak akan kulupakan. sekedar informasi, perhu motor yang kami gunakan mempunyai ukuran panjang sekitar 4-5 meter, dengan lebar sekitar 75cm. jarak antara tepi perahu dengan permukaan air mungkin hanya sekitar 5cm, jadi kami sangat dekat dengan air. bayangan akan buaya yang berkeliaran di sungai itu tidak menghantui kami, karena menurut orang yang mengemudikan perahu (?nahkoda?), belum pernah ada kejadian orang dimakan/diserang buaya di sungai itu. cukup melegakan hati..

kadang kami berpapasan dengan perahu motor lain sehingga kami harus memperlambat laju kami, karena kalau tidak, kami akan terhempas karena ombak yang ditimbulkan dari laju perahu motor itu.
perahu motor kami terkadang harus berhenti karena ada benda seperti dedaunan yang tersangkut di baling-baling. belum lagi kondisi sungai pada saat itu yang ternyata cukup dangkal, sehingga perahu motor harus mencari jalur yang cukup dalam untuk dapat melanjutkan perjalanan.
1,5 jam perjalanan yang cukup menyenangkan menghantarkan kami ke desa bumbung. beberapa warga desa tamong ternyata sudah berada disana untuk membantu kami membawakan barang-barang bawaan kami. diluar dugaan kami, ternyata sebagian besar yang membantu kami adalah ibu-ibu dan anak-anak remaja. mereka akan membantu membawakan tas-tas carrier kami yang beratnya sekitar 12-15 kg. kami harus mengakui kami tidak sanggup bila harus berjalanan mendaki dengan beban di punggung kami. beberapa orang teman yang sudah terbiasa dengan pendakian memutuskan untuk memabawa carrier mereka sendiri. dan aku, i give up, i let them to bring mine.. :)
pendakian dimulai. sekitar pukul 1 siang kami mulai mendaki dari desa bumbung ke desa tamong, kecamatan siding.30 menit pertama mungkin masih terasa ringan. 15 menit selanjutnya kami menjadi semakin sering melihat jam, melihat sudah berapa lama kami sudah berjalan.
perjalanan ini berat, kawan.
untung cuaca pada saat itu sangat bersahabat. terkadang hujan rintik mewarnai perjalanan kami, tidak lama, paling 1-2 menit.. itu yang membuat kami malas menggunakan jas hujan, karena baru sebentar digunakan, sudah tidak hujan lagi. selebihnya, cuaca cukup mendung, sehingga kami tidak harus berpanas-panas di perjalanan yang berat itu. perjalanan didominasi oleh tanah berlumpur, bebatuan, dan tanah kapur. kami menempuh perjalanan dari bumbung ke tamong dalam waktu 2,5-3,5 jam.
setiba di pos PKMD di tamong, sebagian besar kami langsung berserakan di halaman rumput, terkapar tak berdaya setelah melalui perjalanan yang berat ini. kami mahasiswa-alumni yang hidup di kota, dengan transportasi yang selalu ada, kalau tidak ada kendaraan pribadi, setidaknya ada angkutan umum yang bisa membawa kami kemanapu yang kami mau. disini? siapa yang mau menggendongmu?
sore pertama di tamong, aku dan beberapa teman menikmati air sungai yang tidak jauh dari pos PKMD yang akan menjadi tempat tinggal kami selama kami berada di tamong. didominasi akan batu-batuan yang besar, air sungai terlihat sangat jernih. hmmm… pengalaman mandi di sungai yang menyegarkan. saat itu tidak ada di pikiran kami kalau-kalau ada ular yang mungkin akan ada ‘menyapa’ kami, yang kami pikirkan hanya mandi air sungai yang jernih dan segar. lebih dari cukup untuk menghilangkan kelelahan kami setelah mendaki di medan yang cukup berat.
setelah semua dari kami membersihkan diri, acara makan malam berlangsung cukup seru mengingat ini adalah makanan yang akan membangkitkan stamina kami kembali seteah perjalanan itu. selanjutnya, seperti hari-hari sebelumnya, kami melakukan evaluasi kegiatan perjalan kami untuk perjalan pulang 5 hari kedepan dan koordinasi untuk pelayanan esok hari di desa ini.

yang unik dari perjalanan ini adalah, warna tanah yang kami lewati, kadang berwarna putih, coklat, kadang kuning, kadang merah, kadang hijau. aku pribadi menyebutnya tanah pelangi. jadi mengingat pelangi yang dihadirkan Tuhan sebagai perjanjian Tuhan dengan Nuh.. pelangi perjanjian, tanah perjanjian..

Written by gerald

January 7, 2010 at 2:22 pm

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kapan lagii….????jadi ingat solo backpacker ksana…….

    arnita

    May 13, 2015 at 5:17 pm

    • Seriously, backpacking ke sini? Kok bisa ke sini solo? Dapet info dari mana?

      Anyway, salam kenal!

      Aldo

      May 14, 2015 at 6:00 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: