it belongs to me

just me

di sini sama saja

with 4 comments


siapa bilang kalau seks bebas adalah tren kota besar?
gw menemukan itu disini..

tempat gw tinggal sekarang bukanlah sebuah kota, bisa dibilang sebuah desa (1 dusun di sini terdiri dari beberapa desa). tapi jangan kaget kalau banyak remaja menikah karena ‘kecelakaan’, dan itu adalah sesuatu hal yang biasa di sini. miris.

gw belum seminggu berada di sini. hari itu 2 orang remaja putri masuk ke ruang radiologi untuk cek usg. seorang terlihat lebih tua sedikit, gw taksir yang seorang berumur 16 tahun dan yang lain sekitar 18 tahun umurnya. gw juga berada di ruangan yang sama untuk memperbaiki komputer di situ. ruang tempat komputer berada dan ruangan tempat alat usg berada pada 1 ruang kecil yang sama, jadi gw bisa mendengar percakapan mereka, walau gw ga begitu memperhatikan karena masih konsen dengan komputer yang sedang gw perbaiki.
tidak berapa lama pemeriksaan selesai dan mereka keluar ruangan. tinggal gw, dokter irene dan seorang perawat di ruangan itu. dr irene mengeluh kepada si perawat, “susah anak sekarang, tapi dia kuat lo, kak ros..”
gw penasaran, “kenapa, kak?”
“biasa, hamil di luar nikah..”
gw, “uh?”
kak irene melanjutnya, “udah biasa itu di sini.. kebanyakan pernikahan remaja disini kan gara hamil di luar nikah. miris, ya?”
dan percakapan itu terhenti disitu. gw diam dan merasa miris.

cerita lain lagi.. beberapa minggu lalu ada undangan nikah dari salah seorang pegawai rumah sakit. anaknya menikah. gw sendiri tidak datang waktu itu karena harus ke pasir panjang. pernikahan diadakan di rumah mempelai, bukan di gereja seperti biasa karena sang mempelai wanita sudah hamil. kata orang (karena gw ga tau secara pasti), peraturan gereja disini, tidak memperbolehkan pemberkatan nikah di gereja untuk mempelai yang sudah hamil.

menikah dalam keadaan sudah hamil merupakan suatu hal yang biasa disini, dan mereka tidak malu karena itu. padahal kalau mau dibilang tempat ini jauh dari kota dan segala kesibukannya. dan yang bikin lebih miris lagi, ini daerah dengan mayoritas kristen.
ternyata jarak dan lokasi tidak bisa membuat sebuah daerah tetap ‘suci’.. semuanya tetap masalah hati..
hati yang mau tetap taat akan perintahNya… dimanapun itu…

Blogged with the Flock Browser

Written by gerald

July 14, 2010 at 12:38 pm

Posted in serukam

Tagged with , ,

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Miris… nah, supaya fenomena itu berkurang, mari kita perkuat pelayanan Sekolah Minggu. Untuk para pelayan sekolah minggu, jika memerlukan bahan ajar berupa gambar untuk mewarna, puzzles, buku cerita alkitab, cerita klasik, dll silakan download 100% gratis di http://bahansekolahminggu.wordpress.com. Tuhan Yesus memberkati.

    lukisanmoses

    July 14, 2010 at 10:02 pm

    • pelayanan anak dan remaja memang sangat dibutuhkan untuk bagian ini..
      thx for the link and comment..

      aLdo

      July 15, 2010 at 9:13 am

  2. justru di desa kecil kayak gitu yg mengkhawatirkan. krn pendidikan dan wawasan yg kurang diterima sama mrk. apalagi klo itu dah jd hal yg lumrah dari angkatan ke angkatan. mrk anggap itu sbg hal yg biasa. nah peran gereja tuh, klo mreka smpe bikin aturan menolak pemberkatan pernikahan yg krn kecelakaan. harusnya mrka antisipasi supaya yg kyak gitu nggak jadi sesuatu yg mewabah di masyarakat setempat.menolong mrk dlm pembinaan2 spy mrk punya pemahaman yg benar ttg nilai2 kebenaran.nah…bwt kmu, klo Tuhan ijinin u/ liat fenomena itu….think something what can you do…

    nfa

    July 15, 2010 at 11:39 am

  3. *speechless*

    ichanx

    July 17, 2010 at 8:24 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: