it belongs to me

just me

Ini September Gw

with 3 comments


Sudah masuk minggu keempat bulan September ini. Banyak hal baru yang terjadi.

Kuliah lagi

Kuliah perdana sebenarnya udah mulai di minggu terakhir bulan Agustus lalu. Walau udah pernah diposting juga di sini, tetep aja pengen cerita gimana exitednya gw dengan suasana kuliah baru ini. Semester ini gw ngambil 6 mata kuliah, 2 mata kuliah lain (Compensation & Benefit dan Recruiting & Hiring) baru akan dimulai akhir Oktober, jadi sementara ini gw hanya disibukkan dengan 4 mata kuliah. 2 diantara mata kuliah itu adalah mata kuliah utama major yang gw ambil, Human Resources Management (HRM) & Employee Relations (ER). Sejauh ini gw suka dengan kedua kelas itu, suka banget malah.

Di kelas HRM sejauh 4 pertemuan ini bicara masalah umum di bidang HR. sempat membahas masalah employment law di USA juga–yang sangat amat berbeda dengan yang ada di Indonesia, khususnya ngomongin masalah diskriminasi. Setelah belajar ini gw baru nyadar ternyata beberapa perusahaan Indonesia itu cukup rasis juga tapi ga nyadar dengan rasisnya. Contoh paling dasar aja tentang jenis kelamin yang dicantumin di iklan lowongan kerja yang terkadang secara ga sadar cukup rasis. Di USA ada hukum yang mengatur kalau tidak boleh ada perbedaan yang memisahkan antara kemampuan pria-wanita, kecuali kalau emang bagian pekerjaan itu membutuhkan spesifikasi yang menuntut jenis kelamin tertentu, contohnya model untuk baju pengantin wanita, ga mungkin kan yang make cowo. Pokoknya selama pekerjaan itu bisa dikerjakan pria-wanita, ga boleh menuntut salah 1 jenis kelamin saja. Di iklan lowongan kerja yang paling kelihatan banyak posisi accounting atau receptionist meminta diisi oleh wanita, padahal cowo juga ga masalah. Nah di Indonesia posisi ini seperti udah jadi stereotype dipegang oleh wanita.  Yang cukup buat gw takjub ada hukum yang mengatur masalah diskriminasi yang berhubungan dengan berat tubuh, nah loh.

90% waktu di kelas dihabiskan dengan diskusi. Pertemuan pertama-kedua kelas-kelas gw lebih banyak diem. Keikutsertaan dalam diskusi itu berperan banyak di nilai akhir nanti, apalagi untuk mata kuliah yang ga pake ujian. Kalau dulu gw selalu menghindar kalau ditunjuk dosen di kelas, sekarang malah cari-cari perhatian supaya bisa ikutan diskusi. Kadang harus cepet-cepatan ngomong, kalau enggak bisa diem sepanjang kelas. Orang-orang di sini pada suka ngomong, apa yang ada di kepala mereka ya diomongin aja. Ga asal ngomong ga pake mikir juga sih, walau banyak ngomong tapi tetep pake mikir juga. Kadang gw kelamaan mikir apa ntar grammar gw salah, dll. Tapi kelamaan mikir gw bisa ga ngomong-ngomong dan waktu abis dan gw ga dapet point di diskusi, ya udah beberapa kali main ‘tabrak’ aja, puji Tuhan masih bisa ditangkep dan dimengerti.

Ketakutan awal gw dulu adalah gw ga ngerti apa yang dosen atau temen-temen gw omongin. Takut bahasa Inggris gw ga cukup mumpuni. Sekali lagi, puji Tuhan semuanya bia berjalan dengan baik. Gw masih mengerti 90% apa yang mereka bicarakan walau kadang gw harus bener-bener konsen dengerin apa yang mereka omongin. Jangan berharap bisa ‘nangkep’ apa yang mereka bicarakan kalau ga dalam kondisi fit bener. Sempat gw masuk 1 kelas dalam keadaan setengah ngantuk, dan sampe break pertama gw ga ngikutin diskusi, ga konsen. Untung abis break bisa ngikutin setelah bawa doping kopi ke kelas.

Soal assignment, ga usah ditanyain betapa banyaknya reading & writing assignment yang dikasi dosen. Padahal cuman 4 kelas gw udah rada keteteran dengan baca & tulis ini. Rata-rata 1 mata kuliah minta baca buku 1 bab, yang kadang 1 bab berisi 40-100 halaman, bahasa Inggris pula. Awal-awal baca, abis baca 1 paragraph c0ba inget-inget lagi apa yang dibaca dan gw blank.. hahaha.. Kadang harus baca 2-3 kali untuk bener-bener ngerti isi bacaan. Tapi jujur gw menikmati banget baca textbook gw yang tebel-tebel (dan mahal-you have no idea how expensive that text book here) itu. Kalo soal paper gw pasrah aja, semoga tulisan gw membaik dari waktu ke waktu. Amin.

Weekend Field Trip

4 weekend bulan ini gw selalu dapet kesempatan keluar kota. Weekend pertama ke Crivitz, Marinette. Ini pas long weekend karena Labor Day di tanggal 3 Sepetembernya. Labor day itu emang selalu tiap hari Senin pertama tiap bulan September. Kata Arman sih banyak diskon di mall, tapi karena gw keluar kota ga bisa ngerasain diskonan Labor Day deh… Semoga masih bisa ngerasain diskonan yang lain selama 10 bulan ini. Gw diajakin sama salah 1 temen di Lawrence University untuk gabung ke acara family gathering dia, jadi gw sama 1 orang temen dari Kenya ikutan ke rumah peristirahatan keluarga gitu di bagian utara Wisconsin. Rumahnya seperti rumah tradisional Amerika, terbuat dari susunan kayu bulan-bulat gitu. Mereka menyebutnya cabin log. Rumahnya tepat di sisi sungai Peshtigo yang masih jernih banget. Gw ngabisin 1 malam di sini. Kami banyak mainan air di sini. Karena masih ‘summer‘ jadi bagi mereka airnya masih ‘hangat’ padahal udah cukup buat gw menggigil. Di dekat cabin ada danau kecil tempat banyak orang ngelakuin wisata air. Gw bayangin kalo di Indonesia pasti udah ada para pedagang kecil jualan cemilan. di sini cuman rame pengunjung doang, gratis pula asal alat-alatnya bawa sendiri. Banyak banget ngeliat mobil dengan gandengan boat atau minimal bawa kayak/kano diatas kap mobil mereka.

Weekend kedua, ke Door County, sebuah desa gt di pinggi danau Michigan. Fakta menariknya adalah, hanya 3% air dunia yang merupakan air bersih yang dapat diminum; 20%nya berada di Michigan Lake. Menurut info danau ini banyak mensupport air bersih ke banyak daerah di Amerika, bahkan dunia.

Weekend ketiga ke daerah Green Bay, kota yang terkenal dengan tim American Footballnya, Green Bay Packers. Tim ini terkenal banget karena sempat menang di season 2 tahun lalu. Bahkan tiket untuk nonton mereka bertanding aja selalu habis. Konon harus mesen dulu dan masuk waiting list, dan jika mulai mesan sekarang yang akan menikmati adalah anak & cucu kita nanti (it’s true), padahal home stadiumnya gede banget, bisa menampung 73 ribu penonton. Begitu lah gambaran bagaimana sulitnya mendapat tiket untuk pertandingan Green Bay Packers. Sekarang gw mengerti kenapa orang sini heboh banget kalau dapet tiket nonton Packers game secara langsung.

Kami mengjungi Heritage Hill dan Green Bay Beach di sini. Heritage Hill seperti museum yang menawarkan pertunjukan tentang Amerika tempo dulu (ada banyak museum di sini yang menampilkan Amerika masa kini loh..). Ada beberapa gedung di kawasan ini yang masih asli dari tahun 1800an, sejak invasi Prancis ke Amerika. Dan uniknya para petugasnya menggunakan pakaian yang mereka gunakan waktu jaman itu. Nanti di pertengan fall mereka akan ganti baju dengan baju yang lebih hangat, pokoknya sama seprti yang mereka gunakan jaman itu. Ada beberapa aktifitas juga yang mereka tunjukkan yang biasanya mereka gunakan dulu. Yang lucu ada salah 1 station yang nunjukin cara mereka nyuci baju jaman 1800-1900an. Yang unik, cara yang mereka tunjukin itu masih bisa kita lihat di Indonesia, nyuci dengan papan bergerigi, pake baskom, trus ada baskom lain buat ngebilas. Gw sama temen Indonesia lain cuman mesem-mesem aja, secara Amerika sudah meninggalkan ‘masa’ itu berpuluh-puluh tahun, sedangkan kita masih menggunakannya.

Weekend terakhir dihabiskan dengan camping di bagian tengah Wisconsin di bagian Stevens Point, Wisconsin, tepatnya di Central Wisconsin Environmental Station (CWES), Ameherst Station. karena ini adalah leadership camp, jadi banyak kegiatan di sini untuk membangun team work. Gamesnya cukup menarik karena banyak berhubungan dengan alam. Bahkan salah 1 tujuan mereka adalah menarik para generasi muda untuk lebih terlibat dengan alam, meninggalkan komputer, laptop dan video game.
Mereka punya fasilitas untuk kayaking, canoo, team building games, dan panahan. Ini pertama kali nyobain panahan, ternyata asik juga, tapi bingung cara ngebidiknya.

Weekend ini rencananya ga keluar kota, ada OktoberFest 2012 di downtown, agenda tahunan yang ga boleh dilewatin. Agendanya dari Jumat-Sabtu, ada pertunjukan musik dan pastinya diskonan di jalan.. hehehe.. Ni ya biar kota kecil, 75.000 an penduduknya, tapi klo soal diskon ga kalah deh sama kota besar.. *nangis liat dompet*

*sepertinya disudahi aja postingan panjang ini…

ps: postingan ini terinspirasi oleh cerita September-nya Arman

This slideshow requires JavaScript.

Written by gerald

September 25, 2012 at 10:00 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. asik ya do jadi jalan2 mulu… :D

    Arman

    September 25, 2012 at 11:08 am

    • dibayarinnya itu yangbikin enak.. hehehe…

      gerald

      October 5, 2012 at 10:22 am

  2. […] pernah menyebut tentang Green Bay sekilas di postingan gw beberapa waktu lalu. Jumat kemaren (Oct 26) lagi-lagi kita dibayarin (makasi CCID) untuk stadium […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: