it belongs to me

just me

Tips Jalan-Jalan di Amerika

with one comment


Sebagian besar penerima beasiswa CCIP yang pernah gw temui punya satu kesamaan, suka travelling! Kalau dilihat dari persentasenya, dibanding dengan yang ga suka travelling, mungkin bisa 95:5.  Bukti nyata waktu winter dan spring break kemaren, cuman sedikit yang tinggal di kotanya, sebagian melanglang buana, dari ujung timur sampai barat Amerika. Nih beberapa tips yang kudu diperhatiin saat travelling domestik di Amerika.

Airport Security

  1. Antrian security bisa panjang banget, sediakan waktu extra minimal 30 menit untuk melewati security check, apalagi kalau bandaranya super sibuk di kota-kota besar. Untuk musim libur, sediakan waktu lebih dari 30 menit untuk lebih amannya.
  2. Siapkan boarding pass dan kartu pengenal (atau passport) sebelum masuk ke security check.
  3. Kalau bawa cabin luggage dan tasnya digembok, buka gembok sebelum lewat security check. Gembok lagi setelah lewat security check, walau kalau ga digembok juga gapapa sih. Ga semua koper di cek isinya, cuman jaga-jaga aja dan mempersingkat waktu pemeriksaan.
  4. Nurut kata petugasnya, disuruh apa aja, turutinin aja, jangan ngasi alasan macem-macem. Kalau mau digeledah, persilahkan aja, mereka minta ijin dulu kok sebelum pegang-pegang.
  5. Jangan ada benda apapun di kantong baju atau celana, sistem pendeteksi mereka keren mampus untuk mendeteksi barang logam. Gw pernah digeledah karena mereka mendeteksi ada barang logam di kantong celana gw, padahal gw yakin itu kosong. Belakangan gw cek ternyata ada potongan isi staples di kantong gw. -_-“
  6. Kosongkan botol minuman, atau buang botol minum yang udah ga akan dipake lagi. Selewat security check bakalan ada water fountain kok, bisa ngisi lagi.

Pesawat

  1. Persingkat waktu check-in dengan online check-in (ini tips standar ya, di Indonesia juga beberapa maskapai udah pakai sistem ini). Sistem check-in di airport biasanya self-check-in, kecuali kalau bawa checked luggage.
  2. Ga kaya di Indonesia, checked baggage di US itu bayar! Biasanya bagasi pertama kena $25, bagasi kedua kena $35 dengan berat maksimal tiap koper 50 pounds (sekitar 23 kg). Ga peduli 1 koper kurang dari 50 pounds, harganya tetep sama. Jangan sampe overweight karena bayarnya jauh lebih mahal.
  3. Enaknya di US, kalau ketinggalan pesawat tiketnya ga hangus gitu aja, penumpang biasanya akan dimasukkan dalam waiting list penerbangan berikutnya, kalau ada seat yang kosong ya bisa berangkat. Tapi sebaiknya jangan ambil resiko ini, apalagi kalau musim libur, kalau seatnya penuh terus ya bisa ga jelas kapan bisa terbang.
    Saat winter, siapkan rencana cadangan kalau-kalau penerbangan ditunda atau malah dibatalkan.
  4. Di musim libur seperti Natal, tahun baru, spring break, summer, belilah tiket beberapa bulan sebelumnya. Sebagai bayangan, gw beli tiket untuk Bulan Desember akhir di bulan November awal dan itu udah rada mepet dan harga mulai menanjak naik.
  5. Selama di US kemaren, semua tiket gw beli lewat Kayak.com, ga ada alasan apa-apa sih, cuman nyaman aja. Kalau daftar akun di sana, semua pembelian tiket bisa di tracking (kayanya di expedia juga sama).
  6. Cari tau untuk kota kecil terdekat dengan kota tujuan, terkadang bisa mendapat harga tiket yang lumayan murah. Walau harus naik transportasi darat lagi ke kota tujuan, biasanya harganya tetap lebih murah dibandingkan terbang langsung ke kota tujuan. Contohnya, cari penerbangan ke San Jose jika ingin ke San Francisco, jarak kedua kota itu tidak begitu jauh dan ada transportasi darat yang memadai.
  7. Ga ada salahnya untuk daftar mileage program dan cari penerbangan yang se-grup dengan mileage program yang lo daftar. Contohnya, sebelum berangkat kemaren dari Indonesia gw daftar mileage programnya United yang masuk grupnya Star Alliance. Nah selama di US gw usahakan untuk terbang pake maskapai yang masuk di group itu, yang domestik kalo ga salah antara United atau US Airways. Total mileage gw pergi-pulang Indonesia-USA, dan termasuk selama perjalanan domestik gw di sana mencapai 28 ribu lebih. Mileage yang gw kumpulin nanti bisa gw pakai di semua airline yang tergabung di Star alliance. Untuk di Asia Tenggara kalau ga salah bisa dipakai di Singapore Airlines atau Thai Airways.

Bus

  1. Kalau mau bepergian naik bus, cek tiket bus sekitar 1-2 bulan sebelum trip, kalau beruntung bisa dapat tiket murah banget, cuman $1.
  2. Megabus VS Greyhound. Sepertinya 2 jaringan bus ini yang paling terkenal di US, walau masih banyak bus lain seperti chinatown bus, etc. 2 bus ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari segi harga, Megabus biasanya lebih murah, tapi tempat nunggunya biasanya ‘mengenaskan’, mengenaskan di sini karena dia ga punya halte resmi, biasanya numpang halte, atau bahkan di pinggir jalan aja. Kalau pas musim dingin, cukup menyiksa, apalagi kalau naik busnya tengah malem. Dari segi bus, Megabus lebih baru walau jarak antar kursinya lebih sempit dari Greyhound. 2 kali naik Megabus, busnya tingkat dua-duanya, kursi favorit gw di atas paling depan.
  3. Walau naik bus, jangan lupa ada waktu check-in juga, minimal 30 menit sebelum keberangkatan. Busnya ga bakalan nunggu kalau ada penumpang yang telat.
  4. Di bus juga ada power outlet, jadi biasanya tiap naik bus merupakan waktu gw buat ngecharge alat-alat elektronik gw.

Kereta

  1. Gw cuman tau satu provider kereta di US, Amtrak. Seperti moda transportasi lainnya, beli tiketnya biasanya online juga. Tiket Amtrak bisa dibeli di sini.
  2. Sejauh pengalaman gw, fluktuasi harga tiket kereta ga sedasyat tiket pesawat, beli jauh hari atau udah mepet ga jauh beda harganya. Bedanya hanya udah penuh atau belum. Beberapa rute yang frekuensinya lebih jarang akan lebih cepet penuh.
  3. Kalau disuruh milih antara kereta & bus, biasanya gw akan memilih bus, karena harganya lebih murah (hidup murah!) dan waktu tempuhnya biasanya lebih singkat. Kemarin gw sempat naik kereta karena memang ingin mencoba alternatif transportasi lain, setidaknya gw pernah merasakan naik kereta 36 jam dan menyaksikan indahnya alam Amerika. It was a very amazing trip!

Hotel

  1. Sepanjang trip kemaren gw udah pernah nyobain hotel ataupun hostel, ada harga ada rupa, kira-kira begitu. Khusus Las Vegas, harga hotelnya lebih murah dibanding dengan kota lain, katanya mereka memang mengharapkan penghasilan dari casino, jadi harga hotel dibuat murah. Bahkan harga sekamar deluxe di hotel bintang 2 hanya dapat 1 bed di hostel di Los Angeles.
    Sama dengan tiket pesawat, gw banyak mesen tiket hotel/hostel lewat Kayak.com, pernah juga di Hostel.com. Untuk hostel biasanya hanya bayar 10% booking fee, sisanya waktu check-in.
  2. Mirip dengan tiket pesawat, fluktuasi kamar hotel di musim libur juga cukup tinggi. Pengalaman gw terakhir di New York ada beberapa tanggal yang tiba-tiba harganya tinggi, ternyata saat itu ada event yang cukup besar yang akhirnya banyak hotel full booked dan pasang harga tinggi.
  3. Sebagian besar hotel biasanya akan minta credit/debit card sebagai alat verifikasi dan mencegah kita kabur kalau-kalau pas check-out ngambil makanan/minuman di mini bar atau ngerusakin property hotel. Biasanya diawal mereka akan ngecharge sekitarr $25-$50 dan kalau ga kepakai akan dibalikin ke saldo account beberapa hari setelah check out. Kalau hotel kecil/hostel bisa ngasi jaminan tunai yang bisa diambil lagi waktu check out, jadi kartunya ga bakalan di charge.
  4. Waktu check-in hostel sebenarnya sama saja dengan hotel atau penginapan lain, biasanya diatas jam 1 atau 2 siang. Tapi seandainya tiba lebih pagi, tidak ada salahnya untuk mencoba early check in. Jika mereka punya kamar kosong saat itu biasanya akan diberikan. Seperti pengalaman gw saat di San Francisco, gw tiba di hostel sekitar jam 6.30 pagi, gw minta ijin untuk pakai kamar mandi karena udah ga mandi seharian dari LA sehari sebelumnya, gw ternyata diijinkan untuk check in dan pakai kamar. Hokinya anak baik. :)

Misc

  1. Aturan standar travelling, “Pack half the clothes and double the money.” Light travelling itu menyenangkan!
  2. Itinerary penting? Bisa ya bisa tidak. Beberapa orang suka dengan dinamisnya travelling dengan berjalan tanpa itinerary, mereka menikmati setiap ‘kejutan’ yang ditemui selama travelling. Gw biasanya hanya membuat list tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ada kalanya gw harus membuat prioritas mana yang “HARUS dikunjungi” dan mana yang “boleh dikunjungi jika ada waktu”.
    Ada atau tidaknya itinirerary sebenarnya untuk menentukan berapa banyak tempat yang bisa kita kunjungi atau berapa lama kita bisa singgah di suatu tempat. Sangat penting untuk mengetahui jarak tempuh dan moda transportasi yang tersedia untuk mencapai tempat yang ingin kita kunjungi, apalagi jika waktu yang kita miliki terbatas.
  3. Dalam merencanakan sebuah perjalanan, semua aspek bisa menjadi penting-tidak-penting.
    Contoh, pemilihan tempat tinggal. Kalau mau murah banget, biasanya lokasinya ga bagus (jauh dari kota, jauh dari transportasi umum, ga nyaman ditinggali, dll).
    Saat menentukan tempat tinggal saat di Los Angeles sempat ragu karena faktor itinerary. Ada 1 hari di mana gw berencana menghabiskan waktu seharian di Disneyland. Hasil riset, jarak tempuh LA ke Anaheim, lokasi Disneyland, ternyata memakan waktu tersingkat 45 menit. Awalnya berpikir ini bukan masalah besar, hasil riset lebih lanjut, ternyata bus/kereta kembali ke LA dari Anaheim tidak bisa terlalu malam. Kalau terlalu malam, ada resiko tidak bisa mengejar kereta dari downtown ke Hollywood Blv, lokasi hostel gw. Sedangkan gw berencana untuk tinggal sampai selesai pertunjukan kembang api malam di sana. Beberapa alternatif adalah (1) mencari penginapan di Anaheim atau (2) meninggalkan Disneyland lebih cepat atau (3) keluar uang lebih di LA untuk naik taxi ke hostel. Akhirnya kami memilih opsi ketiga, walau akhirnya gw mendapat info bus yang lewat ‘dekat’ ke arah Hollywood via Santa Monica Blv. Walau ada bagian gw harus jalan kaki tengah malam di LA dengan resiko keamanan (faktor kebanyakan nonton film :|), gw rasa itu bagian dari keputusan yang gw ambil.
  4. Make yourself familiar with the city by the map!! Gw biasanya akan mulai intens melototin peta seminggu sebelum jadwal travelling dan kalau ada waktu selama perjalanan. Dengan begini biasanya gw dengan mudah memahami tempat tujuan gw setiba gw nanti. Oya, google map (dengan street view) sangat membantu gw memahami kota yang akan gw kunjungi, termasuk titik-titik yang akan gw kunjungi. Jadi saat tiba, gw merasa seperti sudah pernah mengunjungi tempat itu.
    Biasanya yang paling penting adalah gw mencari tau lokasi hotel gw.
  5. Untuk menghemat waktu travel, biasanya gw akan melakukan perjalanan malam hari saat berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Cara ini juga cukup ampuh untuk menghemat biaya akomodasi. Selama winter trip kemarin, gw menghemat 3 malam dengan menghabiskan 3 malam yang berbeda di perjalanan. Kebetulan jarak antar kota yang gw tuju memang sesuai untuk waktu tidur yang gw butuhkan. Setiba di kota tujuan tinggal check in hotel, taruh barang, mulai petualangan. Sebagian hotel tidak mengijinkan untuk check-in dibawah jam 3 p.m, tapi tidak ada salahnya bertanya apakah bisa early check in atau tidak. Gw pernah dapat early check in jam 6 pagi di San Francisco tanpa ada biaya tambahan. :)
  6. Enjoy your time. Jangan terlalu terburu-buru di suatu titik. Nikmati waktu travelling untuk melihat, mengamati, menikmati waktu dengan teman, suasana sekitar, makanan, dll. Jangan karena ingin mengunjungi banyak tempat jadi malah tidak menikmatii, sayang..

Semoga tipsnya bisa membantu.. Happy travel!!

Written by gerald

August 30, 2013 at 11:26 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Beasiswa CCIP dari para alumni, ccip2012stories.wordpress.com dan mycomet.wordpress.com […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: