it belongs to me

just me

Amerika dan Tentaranya

leave a comment »


523096_10201884016767973_873840723_n“Kita harus menghargai para veteran,” kata Oma gw yang umurnya udah 92 tahun saat menonton upacara penaikan bendera dalam rangka 17 Agustus kemarin. Tidak berapa lama kemudian di Facebook muncul gambar seorang veteran yang dengan lahapnya menikmati nasi bungkus sambil duduk di atas trotoar dengan berbagai komen yang menyatakan bahwa nasib veteran tidak diperhatikan. Lalu beberapa hari kemudian muncul berita tentang si calon presiden, Farhat Abbas, yang menyatakan akan menaikkan gaji tentara 300%.

Personally, gw setuju-setuju aja kalau gaji mereka mau dinaikkan, artinya pemerintah menghargai para tentara lebih tinggi lagi. Tapi itu bukan solusi untuk mengatasi masalah ‘penghargaan terhadap tentara dan veteran’, penghargaan kepada mereka yang merelakan hidupnya untuk berjuang di garis depan pertahanan negara saat diperlukan.

Hidup di negara maju seperti Amerika membuka mata tentang bagaimana mereka menghargai para tentara & veterannya. Tidak jauh berbeda dengan negara Indonesia, gaji para tentara juga tidak besar. Pelayanan mereka terhadap negara dianggap seperti “volunteer”, pekerja sukarela, bukan wajib militer seperti yang dilakukan Korea Selatan misalnya. Tapi apa yang membedakan? Bagaimana rakyatnya menghargai jasa para pahlawan ini.

Bukan satu-dua kali gw bertemu orang yang secara terang-terangan berkata kepada seseorang yang menggunakan seragam tentara, “terima kasih atas apa yang kamu lakukan.” Akhir Desember tahun lalu saat menghadiri sebuah konferensi di St. Louis, Missouri, seorang anak muda tiba-tiba menghampiri dua orang tentara, menjabat tangan mereka dan mengucapkan terima kasih atas kerelaan mereka dalam menjalankkan tugas sebagai abdi negara. Setelah melakukan itu, dia lalu berlalu begitu saja, tanpa ada percakapan basa-basi lain. Apa yang dia lakukan saat itu hanya berhenti, mengucapkan terima kasih, lalu berlalu begitu saja.

Gw juga punya beberapa teman di kelas yang sedang atau pernah bekerja di militer. Dan lagi-lagi gw menyaksikan bagaimana dosen dan para teman sekelas lainnya mengungkapkan rasa penghargaan mereka kepada para tentara ini. Pada waktu-waktu awal melihat kejadian semacam ini gw merasa mereka terlalu berlebihan. Tapi setelah beberapa kali melihat secara langsung, gw baru sadar betapa apa yang mereka lakukan hanya sebagai wujud penghargaan dan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan para tentara itu, tidak lebih.

Beberapa tempat juga mengakui perbedaan tentara, contohnya, banyak formulir terpisah untuk para tentara. Biasanya perbedaan ini menyangkut fasilitas yang akan mereka peroleh. Bahkan San Francisco International Airport (SFO) menyediakan lounge khusus lengkap dengan tempat istirahat dan kamar mandi untuk mereka. Kok gw tahu? Pihak bandara secara terang-terangan mengumumkan fasilitas khusus ini melalui pengeras suara, dan tentunya tidak lupa sambil berterima kasih. Dan masih banyak fasilitas lain, seperti diskon khusus untuk para pekerja militer ini. Bahkan setahu gw, mereka berhak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi negeri tanpa membayar.

Perbedaan budaya tentang menghargai orang dan apa yang sudah mereka lakukan inilah yang menjadi perbedaan besar. Mungkin pemerintah dan lembaga-lembaga lain belum mampu memberikan fasilitas ‘semewah’ yang diberikan negara adidaya itu. Dan mengucapkan terima kasih kepada para tentara yang ditemui di jalan juga masih dianggap tidak wajar, belum lagi jika bertemu dengan oknum-oknum militer yang dengan seenaknya menggunakan seragam mereka untuk berlaku seenaknya kepada warga sipil, mungkin yang keluar dari mulut buakn “terima kasih” melainkan caci-maki. Mungkin kita belum siap tapi gw mau mencoba untuk siap.

Written by gerald

August 31, 2013 at 5:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: